Di sepertiga malam

Seorang Puan berparas ayu dengan Tuan yang tak kalah tampan saling menyambut dalam janji suci. Media membeberkannya sana sini. Kata orang-orang cinta mereka terpaut ikatan Ilahi. 

 "Oh andai aku bisa seromantis itu ya," 

Tuan membuat sepucuk pesan dalam bait lagu, katanya, menikung di sepertiga malam. Berdo'a bermunajat pada Tuhan, agar merebut hati gadis impian.

Sepertiga hadirin tersenyum melihat mereka, sepertiga iri akan hubungan ini, sepertiga malah ingin segera melakukan ijab kabul sendiri, dan sisa dari tiga buah sepertiga lagi adalah mereka yang berfikir seperti ini:

Bila Tuhan seperti manusia. 

"Kalian datang cuma gara-gara dia?" 

Bila Tuhan seperti manusia. 

"Kalian cuma ada butuhnya saja"

Bila Tuhan seperti manusia. 

"Apa sebelum kalian menginginkan sesuatu pernah mampir ke hadapan Saya?"

Kembali terpaku, pada pernikahan yang katanya suci itu. Bukan berarti sisa dari tiga buah sepertiga ini berfikir untuk tidak ingin berdo'a. Mereka berpendapat, kenapa tidak meminta untuk ketenangan hati dan jatuh cinta pada Ilahi?


 

(Penulis: Zulva Azhar)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama