Dunia Tidak Adil, dan Itu Bukan Salahmu: Resensi Buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"

Sumber Foto: Pinterest

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson. Ia seorang penulis buku versi internasional dari New York. Buku ini hadir di tengah banyaknya tren self improvement yang mengarahkan kita pada banyak hal positif. Salah satu nilai yang paling menarik, bahwa manusia itu tak sempurna dan tak terbatas. Begini tulisnya, “Tidak semua orang bisa menjadi luar biasa. Ada pemenang dan ada para pecundang di masyarakat. Ada beberapa di antaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.” Artinya, Mark memberi kesadaran kepada kita untuk menerima realita yang tidak sempurna. Bukan karena hidup tidak adil, tetapi kita harus fokus kepada hal penting dan menerima kegagalan sebagai bagian normal, bukan selalu kesalahan diri sendiri.

Mark juga mengatakan ada sejumlah nilai umum yang menciptakan masalah yang sangat buruk bagi banyak orang atau problem yang nyaris tak bisa dipecahkan, yaitu:

1. Kenikmatan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memfokuskan energi pada kenikmatan akan berakhir pada kecemasan, lebih tidak stabil secara emosional, dan lebih tertekan. Kenikmatan adalah bentuk kepuasan hidup yang paling dangkal, dan karenanya sangat mudah diraih dan sangat mudah hilang.

2. Kesuksesan material

Bahaya karena memprioritaskan nilai ini di atas nilai lainnya, seperti kejujuran, anti kekerasan, dan kasih sayang.

3. Selalu benar

Faktanya, orang yang mendasarkan penghargaan diri mereka pada ambisi untuk selalu benar justru akan menghalangi dirinya sendiri untuk bisa belajar dari kesalahan itu sendiri dan kurang berempati pada orang lain.

4. Tetap positif

Ketika kita memaksa diri untuk tetap positif sepanjang waktu, artinya kita mengingkari keberadaan masalah kita.

Singkat kata, inilah yang dimaksud dengan self improvement yang sesungguhnya, memprioritaskan nilai-nilai yang lebih baik dan memilih hal yang lebih baik untuk dipedulikan.

Kekurangan buku ini, judul buku terkadang sering disalahartikan dengan kata bodo amatnya. Gaya bahasanya terkadang tidak bisa dipakai untuk semua kalangan. Buku ini sudah sangat bagus memberikan mindset yang positif, namun kurang menjelaskan langkah apa saja yang perlu diambil.

Kelebihannya, gaya bahasanya mudah dimengerti dan santai, ada sudut pandang psikologis, dan ada contoh analogi cerita yang nyata.

Penulis: Zakiyyatul Adlha
Editor: Ikhsan Tiaz Setiawan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama