Sumber Foto: Annida Luthfiyah
Cirebon, LPM FatsOeN - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Senjapreneur kembali menggelar kegiatan tahunan Titik Nol 10.0 pada Jumat (2/10) di Grage Hotel Cirebon. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan International Coffee Day tersebut berkolaborasi dengan Indonesia Coffee Movement dan menghadirkan sejumlah kegiatan seputar industri kopi.
Rangkaian kegiatan Titik Nol 10.0 meliputi Cirebon Cup Testers Championship, workshop affiliate, Public Cupping Cirebon, Harlah Senjapreneur, hingga special performance.
Ketua pelaksana kegiatan, Gilang Cikal, mengatakan Titik Nol menjadi salah satu kegiatan UKM Senjapreneur yang berfokus pada industri kopi. Kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi ruang untuk mendorong kreativitas di bidang kopi.
"Karena ketika kita ingin memunculkan suatu brand, suatu produk, maka harus ada kreativitas di dalamnya. Nah salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba ini, itu kan isu-isu tentang kopi pasti naik," ucap Gilang.
Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong industri kopi melalui keterlibatan orang-orang yang menekuni bidang tersebut.
"Nah makanya kopi ini bisa naik kelas karena banyak orang-orang kreatif yang menekuni bidang-bidang kopi gitu," ujarnya.
Titik Nol 10.0 sebelumnya telah dimulai pada Jumat (25/9) melalui Roadshow 1. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Rabu (30/9) dengan kegiatan literasi keuangan bersama OJK yang dihadiri lebih dari 80 peserta.
Pada Kamis (1/10), rangkaian kegiatan diisi dengan Tarung Tiga dan Jagongan Bareng Senja bersama Dilco, perusahaan cokelat di Bandung. Sementara pada Jumat (2/10), kegiatan diisi dengan Cup Tester, workshop affiliate bersama Tri Setyadi, Creative Director di agensi digital marketing Solusi Sejalan, serta Harlah Senjapreneur.
Menurut Gilang, pelaksanaan Titik Nol tahun ini memiliki tantangan karena waktu penyelenggaraannya dimajukan dari jadwal sebelumnya.
"Titik Nol ini biasa diselenggarakan di akhir November, tapi tiba-tiba pada tahun ini dimajukan di tanggal 1 dan 2 Oktober," katanya.
Perubahan jadwal tersebut membuat panitia harus mempersiapkan kegiatan dalam waktu yang relatif singkat. Gilang menyebut kondisi itu turut membuat sejumlah persiapan dilakukan secara mendadak.
"Nah itu dadakan gitu kan, acara sebesar ini tapi dilaksanakan dadakan sehingga pastilah banyak kekurangan," ujarnya.
Salah satu peserta kompetisi, Vila, datang dari Jakarta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan keikutsertaannya dalam acara tersebut didorong keinginannya mengikuti kompetisi.
"Aku ikut kompetisi sih. Aku pengin emang pengin ikut kompetisinya hari ini," ucap Vila.
Vila juga mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selain mengikuti kompetisi, ia dapat bertemu dengan peserta lain dari berbagai daerah.
"Happy, nambah temen juga tadi. Karena bukan dari Jakarta doang kan. Aku dari Jakarta btw," ujarnya.
Vila berharap dapat memperoleh hasil lebih baik dalam kompetisi berikutnya.
"Semoga next event aku bisa menang. Aku bisa podium," pungkasnya.
Gilang berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Titik Nol 10.0 dapat memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
"Harapan saya setiap orang yang ikut serta, setiap orang yang berkecimpung di dalamnya itu bisa mengambil manfaat," pungkas Gilang.
Penulis: Annida Luthfiyah
Editor: Ikhsan Tiaz Setiawan
Tags
warta