Aliansi BEM Cirebon Raya Turun ke Jalan, Gugat Kinerja dan Janji Politik Kepala Daerah

Foto: Ikhsan Tiaz Setiawan

Cirebon, LPM Fatsoen - Aliansi BEM Mahasiswa Cirebon Raya menggelar aksi evaluasi satu tahun masa jabatan kepala daerah Kota Cirebon pada Jumat (27/2). Massa mulai berkumpul pukul 14.00 WIB di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon sebelum bergerak menuju Balai Kota Cirebon pukul 14.40 WIB. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas sejumlah kebijakan dan janji politik yang dinilai belum terealisasi.


Saat aksi berlangsung, massa sempat masuk ke halaman Balai Kota dan melakukan komunikasi dengan wali kota melalui video call. Dari pertemuan tersebut, disepakati audiensi terbuka akan digelar pada Rabu, 4 Maret 2026.


Koordinator lapangan aksi menyatakan jadwal tersebut merupakan hasil penyesuaian agar pertemuan dapat dilakukan secara langsung. “Terkait dengan hasilnya, untuk kita bisa penjadwalan ulang dan kita bisa bertemu langsung dengan pihak wali kota itu tanggal 4 Maret hari Rabu,” ujarnya.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan utama. Mereka mendesak perbaikan sektor pendidikan, khususnya normalisasi gaji guru honorer, pemerataan sarana prasarana, serta transparansi anggaran. Di bidang tata ruang dan lingkungan, mahasiswa menuntut pemenuhan ruang terbuka hijau, penghentian alih fungsi lahan, dan pembenahan sistem drainase untuk mencegah banjir.


Aliansi juga meminta pengendalian pembangunan sesuai daya tampung wilayah serta penegakan aturan jarak tempat hiburan dengan institusi pendidikan. Realisasi visi dan misi SETARA (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman) serta 23 janji politik kepala daerah turut menjadi sorotan utama.


Selain itu, mahasiswa mendesak evaluasi dan publikasi peraturan wali kota yang berdampak langsung kepada masyarakat, transparansi realisasi anggaran daerah, serta keterlibatan publik dalam penyusunan kebijakan strategis. Isu transportasi umum, perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan, hingga penjaminan layanan kesehatan bagi warga kurang mampu juga disuarakan.


Ia menegaskan, aliansi akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila audiensi tidak terlaksana sesuai jadwal. “Ketika tanggal 4 tidak bisa, ataupun tidak dikabulkan, maka kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi,” ujarnya.


Aksi berlangsung damai tanpa kerusuhan hingga massa membubarkan diri.


Penulis: Ikhsan Tiaz Setiawan 
Editor: Pepi Haryani

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama