Sumber Foto: BTM UNU Cirebon
Cirebon, LPM Fatsoen - Badan Tanfidziyah Mahasiswa (BTM) Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon menggelar kajian keperempuanan dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Rabu (22/4). Kegiatan bertema “Menggali Cerita Perempuan di Balik Dinding Institusi” ini berlangsung di lingkungan kampus UNU Cirebon mulai pukul 11.00 WIB.
Kajian ini bertujuan menghadirkan ruang diskusi kritis untuk mengangkat pengalaman perempuan yang kerap menghadapi perlakuan tidak menyenangkan hingga kekerasan seksual verbal maupun nonverbal, khususnya di lingkungan institusi pendidikan.
Sesi pertama dibuka dengan pertanyaan reflektif, “Apakah ruang aman masih ada?” Pertanyaan tersebut menjadi pemantik diskusi peserta untuk merefleksikan realitas yang terjadi di sekitar mereka.
Pemateri, Mutia, menekankan bahwa ruang aman tidak sekadar berkaitan dengan ada atau tidaknya bahaya, melainkan kondisi ketika seseorang dapat didengar tanpa dihakimi.
“Sebagai mahasiswa, kita hidup di dalam institusi yang terlihat rapi dari luar. Namun, pertanyaannya, apakah di dalamnya benar-benar tersedia ruang bagi suara perempuan untuk didengar?” ujar Mutia.
Sesi kedua berfokus pada tanggung jawab institusi dalam menyediakan ruang aman melalui kebijakan serta mekanisme pelaporan yang aman dan responsif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta yang membagikan pandangan dan pengalaman mereka. Hal ini menunjukkan isu ruang aman masih relevan dan dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Sebagai penutup, Presiden Mahasiswa UNU Cirebon, Ahmad Faik Al Umam, menyampaikan refleksi akhir kegiatan.
“Perempuan bukan sekadar pelengkap sejarah, tetapi penentu arah masa depan,” tuturnya.
Penulis: Nuria Febrianti
Editor: Ikhsan Tiaz Setiawan
Tags
Warta