Ratusan Mahasiswa ABCR dan Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Kota Cirebon, Sampaikan Tujuh Tuntutan

Sumber Foto: LPM FatsOeN

Cirebon, LPM FatsOeN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Cirebon Raya (ABCR) dan Cipayung Plus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (15/6/2026). Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB tersebut diwarnai penyampaian tujuh tuntutan kepada pemerintah, mulai dari stabilisasi ekonomi hingga penegakan supremasi hukum dan supremasi sipil.

Massa aksi bergerak dari Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menuju Gedung DPRD Kota Cirebon. Setibanya di lokasi, mahasiswa menyuarakan tuntutan terkait stabilisasi ekonomi, penurunan harga bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penghapusan dwifungsi TNI dan Polri, penghentian tindakan represif aparat, serta penegakan supremasi hukum dan supremasi sipil.

Jenderal Lapangan ABCR, Egi Dwi Septian, mengatakan tuntutan tersebut merupakan hasil evaluasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu diperbaiki.

"Yang pertama adalah optimalisasi pendistribusian BBM, kemudian menghentikan pemborosan APBN, lalu evaluasi MBG dan KDMP," ujar Egi.

Selain menyoroti persoalan ekonomi dan penggunaan anggaran negara, mahasiswa juga menekankan pentingnya penguatan supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Yang terakhir adalah menciptakan supremasi sipil, dengan melakukan peninjauan kembali undang-undang Polri dan evaluasi juga undang-undang TNI," katanya.

Egi turut menyoroti pelaksanaan program MBG yang menurutnya belum berjalan sesuai tujuan awal, yakni mengatasi stunting.

"Melihat orientasi MBG adalah efektivitas mengatasi stunting, namun pada faktanya sekitar 33 ribu lebih pelajar di Indonesia mengalami keracunan. Jadi orientasi MBG sangat tidak efektif dan higienitas dari pengelolaan MBG sangat tidak efisien," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pandangannya terkait program KDMP dan MBG yang menjadi bagian dari tuntutan evaluasi dalam aksi tersebut.

"Saya yakin KDMP beserta dengan MBG menjadi ladang tikus-tikus (koruptor)," kata Egi.

Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, yang menemui massa aksi di halaman gedung DPRD. Dalam kesempatan tersebut, Harry menyatakan akan meneruskan seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepada DPR RI.

"Hari Kamis seluruh aspirasi dari adik-adikku akan disampaikan ke DPR RI," ujar Harry.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal penyampaian aspirasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada peserta aksi.

"Kalau saya tidak menyampaikan pada hari Kamis, saya siap mengundurkan diri dari DPRD Kota Cirebon," katanya.

Sebelum aksi berakhir, Harry mengajak mahasiswa untuk terus berharap dan mendoakan perbaikan kondisi bangsa.

"Saya berharap adik-adikku semuanya sama-sama berdoa hari ini, semoga Indonesia jadi lebih baik lagi," ujarnya.

Aksi demonstrasi berlangsung kondusif hingga selesai. Setelah menyampaikan aspirasi dan menerima tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, massa aksi membubarkan diri.

Penulis: Ikhsan Tiaz Setiawan 
Editor: Rahma Diniati

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama